Juliyatmono bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dwi Lelly Sukmawati menggelar kegiatan Diseminasi Program Kebahasaan dan Kesastraan di Universitas Muhammadiyah Karanganyar, acara ini dihadiri para guru, dosen, dan akademisi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahasa dan sastra Indonesia. Dalam acara tersebut, Juliyatmono menekankan pentingnya menjaga bahasa Indonesia sebagai simbol negara dan bangsa.
Menurut Juliyatmono, bahasa Indonesia adalah simbol negara dan bangsa, bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga pemersatu. Beliau menekankan bahwa menjaga bahasa Indonesia adalah bentuk nyata cinta tanah air. Dalam era globalisasi, bahasa Indonesia perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak tergerus oleh pengaruh bahasa asing.
Juliyatmono juga menyoroti fenomena media sosial yang tanpa disadari menggerus penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Beliau mengingatkan pentingnya literasi digital yang sehat agar masyarakat dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak terpengaruh oleh konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bahasa Indonesia. Dengan demikian, masyarakat dapat menjaga bahasa Indonesia dengan baik.
Kepala Balai Bahasa Jateng Dwi Lelly Sukmawati menegaskan bahwa amanat menjaga bahasa Indonesia telah tertuang dalam konstitusi. Ia memaparkan slogan Trigatra Bangun Bahasa: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. Dengan demikian, masyarakat dapat menjaga bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah dengan baik.
Dalam kesempatan itu, Lelly juga mengenalkan sosok Muhammad Tabrani, pahlawan bahasa asal Pamekasan, Madura, yang pertama kali menggagas nama Bahasa Indonesia dalam Sumpah Pemuda. Beliau menjelaskan perbedaan antara bahasa yang baik dan benar, serta pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Golkarpedia