Juliyatmono menilai bahwa berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan perlu ditangani secara komprehensif agar kualitas pendidikan nasional terus meningkat. Beliau berharap pendidikan terus mendapatkan porsi yang sangat baik dengan kualitas studi yang makin membaik. Dengan demikian, diharapkan pendidikan dapat memenuhi ekspektasi masyarakat dan membentuk generasi yang berkualitas.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru harus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan pendidikan. Menurutnya, berbagai aspek yang berkaitan dengan profesi guru perlu mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah. Hal ini termasuk tunjangan, penggajian, jenjang karier, penataan tenaga pendidik, hingga pendidikan profesi guru.
Selain itu, Juliyatmono menilai dukungan manajemen pendidikan harus diperkuat agar pelaksanaan program-program pendidikan dapat berjalan secara efektif dan memberikan hasil yang optimal. Beliau juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai fondasi pembentukan generasi masa depan. Dengan demikian, diharapkan anak-anak dapat memiliki karakter yang kuat dan berkeadaban.
Ia mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga menyangkut sikap, etika, dan kemampuan menjaga persatuan bangsa melalui komunikasi yang santun dan menyejukkan. Juliyatmono berpesan kepada seluruh guru agar menyentuh pendidikan karakter sehingga anak-anak memiliki kedewasaan dan terbiasa berkata-kata yang sopan.
Juliyatmono juga menyampaikan harapannya agar program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat diterapkan secara konsisten dalam proses pendidikan. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi sarana untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berkeadaban, dan menjunjung tinggi semangat persatuan. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat menjadi bangsa yang lebih berkemajuan dan lebih berkeadaban.
Sumber: Fraksi Partai Golkar DPR RI