Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin malam (5/10/2026). Kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit, dan Garuda memastikan gelar lewat adu penalti dengan skor 4-2.
Laga berjalan menegangkan hingga akhir. Indonesia membuka keunggulan lewat tendangan bebas Dean James pada menit ke-84, tetapi Thailand menyamakan kedudukan tiga menit kemudian dan sempat berbalik unggul di babak tambahan waktu. Gol Elkan Baggott membawa pertandingan ke babak adu penalti, tempat Indonesia akhirnya menang.
Di antara puluhan ribu suporter yang memadati SUGBK, Juliyatmono menyaksikan pertandingan dari tribun dengan mengenakan jersei merah Timnas. Ia tampak larut dalam ketegangan bersama penonton lain hingga peluit akhir dan drama adu penalti.
Kehadiran ini sejalan dengan tugas beliau di Komisi X DPR RI, yang membidangi pendidikan serta pemuda dan olahraga dan menjadi mitra kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga. Melalui fungsi pengawasan dan anggaran, Komisi X ikut mengawal pembinaan atlet, kompetisi, dan sarana olahraga nasional.
Juliyatmono menyampaikan apresiasinya atas gelar tersebut. "Selamat untuk Timnas Indonesia. Juara ini lahir dari kerja panjang: pembinaan sejak usia sekolah, kompetisi yang sehat, dan dukungan suporter. Di Komisi X, kami akan terus mengawal agar pembinaan olahraga dari daerah sampai tingkat nasional mendapat perhatian dan anggaran yang layak," ujarnya.
Kepedulian Juliyatmono pada olahraga bukan hal baru. Semasa menjabat Bupati Karanganyar (2013–2023), ia dikenal mendorong pembinaan olahraga di daerah, termasuk bulu tangkis. Hingga kini ia memimpin Pengurus Cabang PBSI Kabupaten Karanganyar sebagai Ketua Umum (terpilih kembali untuk periode 2024–2028).
Gelar juara ini menjadi kabar gembira bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus pengingat bahwa prestasi di level tertinggi lahir dari pembinaan yang panjang: dari sekolah, klub, hingga daerah. Selamat untuk Timnas Indonesia, pelatih, ofisial, dan seluruh suporter Garuda.
Sumber: Kompas.com

